Senin, 18 Mei 2015

CINTA DALAM DIAMKU

Saat aku memandangnya.
Inikah namanya wanita.
Wanita berwajah mutiara.
Aku lupa berkedip.
Saat menatapnya.
Hanya mampu membuatku tersenyum.
Tak mampu tuk terucap jika bertatap .
Saat gejolak datang menghampiri.
Hanya mampu berdiam diri .
Tuk memendam cinta dalam diamku.
Saat kumenatap atap disuatu kamar.
Hanya mampu direnungi. Inikah namanya wanita.
Wanita yang mampu menyinari .
Jendela hati yang kupunya.
Hanya mampu membuatku Berdo’a.

Yogyakarta 10-01-2015
(Muh. Hifzi)

Minggu, 17 Mei 2015

PERADABAN CINTA



PERADABAN CINTA
Terbayang oleh cinta
Cinta beribu makna
Manisnya cinta, Membuatku lupa
Inikah cinta
Yang membuatku menjadi buta
Tengahnya malam kau selalu kudoa’a
Wahai sang pujaan hati
Larutnya malam, kau begitu terpikir
Inikah cinta
Membuatku lupa tidur nyenyak
Saat aku bersanding ditengah malam
Namamu selalu kucurahkan
Sambil tersenyum tak jelas arahnya
Terbayang, terpikir dengan cinta
Hanya bisa menusuk jantung yang kupunya
Walau tak mampu terucap dengan kata sebenarnya
Inikah cinta
Peradaban penuh dengan makna
Cinta tak jelas arahnya
Bagaikan terhipnotis dunia hayalan
Yang sedang mabuk dalam kerinduan
Hanya membuatku lupa
Cinta penuh dengan hayalan
Cinta yang tidak sesuai dengan peradaban
Hanya membuatku hilang tanpa kendali
Tak jelas arah, inilah aku
Bersanding untuk mencari makna cinta yang sebenarnya.

Muh. Hifzi

Rabu, 13 Mei 2015

(TUHAN CABUT NYAWAKU)muhhifzi

Aku malu, aku takut.
Pikiranku mulai sempit.
Jiwaku mulai melayang.
Ntah kenapa oh Tuhan.
Hancur bathinku, resah jantungku.
Tuhanku.
Sandingkan aku dengan kemuliaanmu.
Luruskan pikiranku, benah jiwaku.
Melalui busuknya pikiran ini.
Tuhanku.
Dimana aku meminta kecuali pada-Mu.
Tuhanku.
Kusebut nama-Mu.
Melalui doaku.
Pantaskah aku mengeluh kesah dihadapan-Mu.
Malu jadinya aku.
Tuhanku segerakanlah itu.
Jika itu yang terbaik menurut-Mu.
Sebelumnya.
Kutitiplah salam untuknya padaku.
Biar ketenangan menyertaiku.




(MUH. HIFZI)