Saat aku memandangnya.
Inikah namanya wanita.
Wanita berwajah mutiara.
Aku lupa berkedip.
Saat menatapnya.
Hanya mampu membuatku tersenyum.
Tak mampu tuk terucap jika bertatap .
Saat gejolak datang menghampiri.
Hanya mampu berdiam diri .
Tuk memendam cinta dalam diamku.
Saat kumenatap atap disuatu kamar.
Hanya mampu direnungi.
Inikah namanya wanita.
Wanita yang mampu menyinari .
Jendela hati yang kupunya.
Hanya mampu membuatku Berdo’a.
Yogyakarta 10-01-2015
(Muh. Hifzi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar